Empat Alasan Mengapa AS Harus Menentang Zionisme

Diposting oleh Ahmad Dzakirin On 09.17

*Steven Salaita
Israel telah menjadi subyek pemberitaan negatif baru-baru ini. Di 2008-09, Israel melancarkan serangan brutal atas Jalur Gaza yang menewaskan lebih dari 400 anak-anak Palestina. Di bulan Mei 2010, pasukan komando Israel membunuh 9 aktivis perdamaian yang menjalankan misi kemanusiaan di kapal Mavi Marmara. Citra Israel menjadi semakin buruk ketika diungkap bahwa prajurit Israel juga mencuri dan menjual barang  pribadi milik para aktivis. Pekan lalu, bekas prajurit Israel, Eden Abergil memposkan fotonya di status facebook yang memperlihatkan dirinya didepan tawanan Palestina yang ditutup matanya dan mengejeknya secara seksual. Foto itu adalah bagian dari album yang bertitel, “IDF- The Best Time of My Life”.

Sementara gambar Abergil tidak semenjijikkan potret kebrutalan Israel di Gaza maupun Mavi Marmara, namun disisi perempuan ini, tindakannya dianggap sebagai anti kekerasan dan tidak bermaksud menghina. Jika ditelaah lebih jauh, ketiga peristiwa tersebut sejatinya saling terkait satu sama lain. Sebelumnya, kita harus menyingkirkan pandangan bahwa foto Abergil tidak bernuansa kekerasan. Seperti hal bencana di penjara Abu Ghraib, kekerasan dan penghinaan seksual atas individu yang tidak berdaya dan tertawan adalah bentuk kekerasan. Ada kekerasan fisik terhadap tahanan yang  diikat dan ditutup matanya.
Lebih penting lagi, sudah ada sekian banyak episode kekerasan yang dilakukan Israel dan telah menjadi keyakinan Zionis sendiri.  Kini semakin banyak tersingkap didepan publik kejahatan dan penghinaan Israel. Perilaku yang mencerminkan kejahatan ideologi Zionis sendiri. Oleh karena itu, banyak orang yang kemudian ingin mengetahui bagaimana sebenarnya ideologi Zionisme itu.
Saya dorong anda untuk tidak membatasi kritik anda kepada Israel hanya kepada kesalahan kebijakan atau ekses tindakan yang dilakukannya. Akan lebih tepat jika anda mengkritik ideologi atau praktek Zionisme sendiri. Tidak ada gagasan yang mulia dalam pandangan mereka kecuali kembalinya Negara Yahudi, sekalipun kerinduan itu lebih merefleksikan mitos ataupun nostalgia. Zionis selalu bermaksud membasmi rakyat Palestina, strategi yang terus berlangsung hingga kini dengan dampak yang mengerikan.
Zionis selalu menjadi gerakan kolonialis. Gerakan yang berpijak kepada pandangan ketuhanan yang menyebutkan dirinya sebagai ras unggul yang sebelumnya berniat membangun proyek pemukiman di Afrika Selatan, Aljazair, atau Amerika Utara. Zionis dari dasarnya adalah pandangan etnosentris kewarganegaraan yang eksklusif dan sekaligus pelaku kekerasan.
Invasi Gaza 2008-2009, serangan atas Mavi Marmara, dan foto status facebook Abergil sejatinya bukanlah hal yang luar biasa. Mereka adalah hasil yang tak terelakkan ideologi Zionis yang memandang rakyat Palestina baik Muslim maupun Kristen tidak lebih dari mahluk setengah manusia, tidak peduli begitu gigihnya para pendukung liberal menyatakan bahwa Zionisme adalah gerakan pembebasan. Zionisme memiliki pandangan bahwa sebagian orang memiliki hak-hak khusus sementara sebagian yang lain pantas disingkirkan. Tidak ada yang patut dibantah karena pandangan ini.

Inilah empat alasan mengapa Amerika (dengan tanpa memandang suku dan keyakinan) seharusnya menentang Zionisme:
1.   Zionisme pada dasarnya tidak memiliki etika dan moral karena mengklaim tanah yang bukan miliknya dan menolak akses bagi penduduk asli. Tindakan itu berasal dari gagasan kepemilikan lama yang keji. Israel mensandarkan hal itu kepada identitas keagamaan. Identitas itu terefleksikan dalam surat ijin mengemudi, penggunaan jalan, keluarga, pendidikan, lapangan kerja dan kebebasan dalam bepergian keluar negeri. Hal yang tidak dimiliki bangsa Palestina.
2. Zionis adalah rasis. Klaim ini tidak sama dengan mengatakan bahwa semua Zionis adalah rasis. Saya akan membuat perbedaan antara kategori Zionis dan Zionisme. Pada dasarnya praktek yang melekat dalam Zionisme terletak kepada penilaian siapa saja yang dapat berpartisipasi penuh menikmati dan terlibat dalam komunitas nasional. Banyak Zionis yang memandang dirinya semata sebagai pendukung kebebasan dan keselamatan bangsa Yahudi. Saya berpendapat bahwa orang-orang yang mengidentifikasi dirinya sebagai Zionis akan kelihatan lebih dekat dengan ideologi yang mereka dukung. Kebebasan dan keamanan seperti itu ternyata didapatkan dari harga keamanan yang dirasakan rakyat Palestina dan para pengungsinya  karena diisolasi.
3.  Zionisme bertentangan dengan kepentingan geopolitik AS. Banyak rakyat Amerika yang tahu apa yang dikatakan mantan PM Israel Ehud Olmert yang dengan bangga menyatakan bahwa dirinya dapat menghentikan pidato George W Bush atau PM Benyamin Netanyahu yang menyatakan bahwa “Amerika adalah sesuatu yang dapat dengan mudah didikte.” Israel mengambil milyaran dollar melalui bantuan langsung AS dan dapat menyuap Mesir dan Yordania agar patuh”.  Israel menjadi sumber utama kemarahan Arab dan dunia Islam atas kebijakan luar negeri AS. Saya sendiri marah karena saya yakin bahwa semua warga AS seharusnya menentang dan tidak menerima kepentingan geopolitik Amerika yang demikian. Saya juga berpendapat bahwa bahwa kisah penyelamatan dan penebusan dosa model Zionis mengakar didalam kesadaran rakyat Amerika karena asal usul AS dan kelanjutannya sekarang ini adalah hasil dari negara para kolonialis pemukim. Akhirnya, Amerika sendiri harus melakukan upaya dekolonialisasi  dan sejumlah uang yang mendukung proyek imperial Israel harus dibekukan dan selanjutnya digunakan untuk kesejahteraan para pembayar pajak.
4.      Zionisme secara fundamental tidak sejalan dengan demokrasi. Israel bukanlah Negara demokrasi sepanjang menggunakan identitas agamanya sebagai criteria kewarganegaraan. Kami mendengar banyak hal di AS yang mengatakan bahwa Islam tidak sejalan dengan demokrasi. Pendapat yang sejarah kesejarahan tidak benar. Alih-alih, uang AS digunakan untuk membiayai para diktator yang berkuasa di dunia Arab. Para neocon dan media arus utama menggambarkan Israel sebagai simbol pencapaian demokrasi di Timur Tengah bertentangan dengan Islam namun pada kenyataannya Israel adalah negara paling barbar yang menindas di Tepi Barat dan Jalur Gaza demikian pula melakukan praktek diskriminasi atas warga Arab Israel.
Adanya media alternatif mengungkap fakta bahwa kekerasan tanpa henti dilakukan Israel selama berdekade. Banyak masyarakat dunia yang menyadari bahwa Israel bersalah dan mereka kini mengetahui pula bahwa Israel bertindak berdasarkan ideolog mereka.
Amerika mempunyai semua bukti itu. Zionisme menciptakan kejahatan dan kekerasan namun Amerika membiayainya dengan pajak dan diam atas kejahatan mereka. Saya tidak lagi berdebat bahwa Amerika seharusnya mengkaji kembali tingkat dukungan mereka atas Israel namun Amerika seharusnya menentang Zionisme sendiri. Meskipun memulai hal ini adalah langkah yang berat sebagai akibat dosa imperial bangsa kita.


*Asisten Profesor di Virginia Tech

0 Komentar

Posting Komentar

Silahkan mengisi komentar dan masukan yang konstruktif dibawah ini:

Inspiring Quote of The Day: Toleransi (al Samahah) secara terminologi adalah kemurahan hati, memberi tanpa balas. Dengan kata lain toleransi berarti keramahan dan kelemahlembutan dalam segala hal dan interaksi tanpa mengharap imbalan ataupun balas jasa. Toleransi merupakan karakter dasar Islam dan telah menjadi sifat praktis-realis umat di sepanjang sejarahnya yang agung" (Muhammad Imarah)

TITLE--HERE-HERE

Recent Post

Archive

Song of The Day


Mahir Zain - Sepanjang Hidup Mp3
Mp3-Codes.com

Arsip Blog

Penikmat Blog Ini

Komentar Anda:


ShoutMix chat widget