Updates 15/6/11: Revolusi Dunia Islam...!!: Dear valued readers and friends, thank you very much for your comments and supports that please and energize me to share knowledge, understanding, virtual friendship and the avalaibleity for updating...:).Many thanks, anyway.
Diberdayakan oleh Blogger.
, Strategic Studies

STRATEGY THROUGH EROSION BETWEEN THEORY AND PRACTICE (The Comparative Study of Insurgency’s Indirect Strategy)

“Too much to defend; too small, ubiquitous, and agile an enemy to come to grips with. If the war continues long enough, the dog succumbs to exhaustion and anemia without ever having found anything on which to close its jaws or to rake with its claws.” (The War of the Flea)

, Strategic Studies

Engaging China: ASEAN Concerted Diplomacy in ARF (ASEAN Regional Forum)

The collapse of Soviet bloc affected the erosion of long standing strategic rationale behind the major US military deployment in East Asia. In addition to the US economic difficulties that was reflected in its domestic economic constraints on military expenditure and the Philippines refusal to extend the leases of the US’s military bases in Philippines. Philippines demanded a complete US military withdrawal by November 1992. It irrevocably created a “window of opportunity” for major powers such as China, Japan and India to be more assertive and independent after the US withdrawal.

, Indonesia Raya

Mengelola Perbatasan Indonesia dan Malaysia

Indonesia dan Malaysia adalah sepasang negeri jiran yang sebelum diperkenalkannya konsep negara modern (pasca perjanjian Westphalia 1648) tak mengenal batas-batas fisik maupun batas-batas kultural. Era kolonialisme Eropa Barat di kedua negara dilanjutkan dengan lahirnya negara modern Indonesia pada 17 Agustus 1945 dan Malaysia pada 31 Agustus 1957 berkonsekuensi terciptanya garis demarkasi antara kedua negara yang kemudian disebut sebagai perbatasan. Perbatasan dalam artian fisik kemudian tercipta di sepanjang pulau Kalimantan sejauh 2004 kilometer (yang merupakan perbatasan fisik terpanjang Indonesia dengan negara lain) dan perbatasan laut di sepanjang Selat Malaka, Laut China Selatan, dan Laut Sulawesi.

, Indonesia Raya

Prosperous and Justice Party (PKS) : An Overview of Their Competitiveness and Strategies after 2004 Elections

This paper provides an analysis on the PKS Competitiveness, their strategies and its interaction with the Government of Indonesia (GOI) using Porter’s Diamond and J Curve frameworks with effort to smooth and to sustain their policy reform process. In the first section, it will analyze the background of PKS movement and analyze their competitiveness and their strategies movement in Indonesia political world. The second part will examine the PKS interaction and their impacts to the GOI. The third section will give recommendation for the PKS activities in the future to overcome and to sustain the PKS movement and conclude their role in the Indonesian political development.

, Strategic Studies

Pemanasan Global dan Potensi Ancaman Bagi Indonesia

Apakah perubahan iklim global (climate change) menyebabkan disintegrasi pada suatu negara dan memicu konflik antar negara? Para pakar non traditional security sejatinya bersepakat bahwa dampak perubahan iklim berpotensi besar melahirkan konflik domestik dan instabilitas keamanan baik dalam lingkup regional dan global. Namun para pakar ini tidak dapat memprediksikan apakah perubahan yang berimplikasi konflik itu terjadi secara gradual. Atau sebaliknya pelbagai faktor yang berkelindan (interacting factors) seperti deforestasi (penggundulan hutan) dan minimnya energi alternatif akan menjadikan ancaman itu cenderung dekat.

Menangkal Sindrom Vietnam (2)

*Robert Parry

Perang-Perang Bush Pertama

Desember 1989, pengganti Reagan, George H.W Bush juga mendorong eskalasi intervensi militer dengan mengirimkan pasukan AS menggulingkan Jenderal Manuel Noriega, yang lemah kekuatannya. Perang berlangsung mudah dan menyenangkan.

Babak berikutnya dalam upayanya menghapus  Sindrom Vitenam dimulai Agustus 1990 ketika Diktator Saddam Hussein menyerang kerajaan keluarga al Sabah, Kuwait.

Kuwait telah meminjami uang Irak untuk biaya perang melawan Iran, 1980-1988 dan mencegah dampak revolusi pemerintah Syiah Iran yang dianggap sebagai ancaman bagi pemerintah para Syaikh yang korup di Teluk Persia. Saddam menuntut pinjaman tersebut direnegoisasi dan Kuwait menghentikan mengebor ladang minyak Irak.

Karena Saddam sejak lama menganggap dirinya sekutu Amerika, dia berkonsultasi dengan duta besar April Glaspie, yang memberi tanggapan mendua tentang sikap Washington atas perselisihan perbatasan tersebut.

Melihat tidak ada penolakan yang tegas, Saddam mengirim tentaranya ke Kuwait dan merangsek ke Kota Kuwait. Keluarga al Sabah lari terbirit-birit dengan sedan Mercedesnya ke Arab Saudi.

Tampaknya upaya penaklukan itu hampir selesai, Saddam hendak mengirim pesan perdamaiannya bahwa dia telah menuntaskan ambisinya dan menarik mundur pasukannya dari Kuwait.


“Kami terpaksa masuk,” kata Saddam ke Raja Hussein dari Yordania pada hari invasi, menurut beberapa catatan rahasia dalam bukunya mantan sekretaris pers Kennedy, Pierre Salinger dan jurnalis Perancis, Eric Laurent. “Saya berkomitmen menarik mundur pasukan dari Kuwait. Akan mulai dalam beberapa hari dan berakhir dalam beberapa minggu.
Saddam minta bantuan Raja Hussein dari ancaman dari luar yang akan memaksa Irak berperang, ungkap Salinger dan Laurent.

Namun, Presiden George H W Bush yang baru saja menginvasi Panama beberapa bulan lalu memutuskan bahwa dalam masalah ini (invasi Kuwait) hukum internasional harus ditegakkan. Bush menegaskan kepada Raja Hussein “Ini telah melampaui dari semata perselisihan regional karena agresi telanjang tersebut.”

Didukung oleh PM Inggris Margareth Thatcher, Bush kembali ke Gedung Putih, 4 Agustus 1990 dan mengumumkan,”Ini tidak kita tolerir, agresinya atas Kuwait.” Dia memerintahkan adanya aksi militer.

Ketika Washingtom menghimpun dukungan sekutu Arabnya –mulai dari Presiden Husni Muabarak –Raja Hussein semakin cemas, kemudian menyatakan bahwa “hal ini akan merusak segala sesuatu dan memberi semua peluang memperluas konflik.”

Pesan Damai

Tiran kejam seperti Saddam Hussein tidak akan ragu memperdayai teman maupun lawan sepanjang sesuai dengan keinginannya. Namun tidak diketahui apakah solusi Arab atas krisis ini mungkin terjadi jika Mesir tidak menyerah atas tekanan Washington.

Presiden Bush merasakan adanya peluang lain dari krisis ini. Yakni memperkuat pengaruh di kawasan Timur Tengah dengan dalih membebaskan Kuwait. Saddam Hussein juga merasakan bahwa dirinya telah terperangkap dengan tindakannya sendiri. Dia mulai mengirim duta perdamaian ke Washington.

Salinger dan Laurent melaporkan bahwa deputi menlu Irak, Nizar Hamdoon menggunakan ketua PLO Yasir Arafat mengirim pesan itu, 7 Agustus di Wina melalui pengusaha Palestina yang dekat dengan Gedung Putih. Dia mengemukakan keinginan Irak untuk menarik semua pasukannya dari Kuwait kepada staff Gedung Putih, Michael Saba dan Samir Vincent yang menerima instruksi langsung dari Hamdoon.

Proposal penarikan total pasukan Irak dari Kuwait itu dijalankan dengan syarat adanya jaminan akses langsung Irak ke Teluk Persia melalui beberapa kesepakatan yang berkaitan dengan eksplorasi ladang minyak Rumailah yang masuk wilayah Kuwait dan negosiasi harga minyak dengan AS. 

Inisiatif itu disampaikan kepada mantan Direktur CIA dan pakar Timteng, Richard Helms yang khawatir adanya konsekuensi jangka panjang krisis dan setuju untuk membahas rencana perdamaian Irak ini dalam makan siang dengan penasehat keamanan nasional Bush, Brent Scowcroft, 21 Agustus. Namun Scowcroft menolak mentah-mentah inisiatif tersebut dengan mengatakan bahwa Gedung Putih ingin mengkaji dulu dampak sanksi ekonomi terlebih dahulu. 

Kemudian, konfrontasi bergulir tanpa kendali ketika Saddam mulai menaham sandera Amerika dan Bush memulai menjalankan propagandanya. Bush menempatkan Saddam dalam daftar penjahat paling keji di dunia diatas Adolf Hitler.

“Saya semakin bertekad untuk segera mendepak  dictator ini keluar dari Kuwait tanpa kompromi apapun,” ancam Bush. 

Saddam membalasnya dengan mengatakan bahwa tentara akan berenang dalam darah mereka. 

16 Oktober, Menlu James Baker secara resmi menolak gagasan melakukan konsesi apapun bagi penarikan mundur pasukan Irak. Dalam beberapa minggu kemudian, pemerintah Bush mengirim serangkaian ancaman dan ultimatum yang malahah menjadikan Saddam enggan mundur.

Kemudian, saya menemukan ringkasan rapat Konggres, Januari 1991 yang disiapkan oleh staff Demokrat yang menangani pengawasan intelejen. Rimgkasan itu menjelaskan bahwa invasi Kuwait akan menjadi upaya pembuka penting dalam negosiasi untuk menyelesaikan perselisihan perbatasan bukan sebagai penaklukan permanen. 

Irak tampaknya percaya bahwa dengan menginvasi Kuwait mereka akan mendapatkan perhatian dunia, melakukan negosiasi untuk memperbaiki kondisi ekonomi mereka dan kemudian menarik mundur pasukannya,” simpul ringkasan tersebut. Laporan itu juga menambahkan bahwa jika Gedung Putih tertarik dengan “solusi diplomatik yang dapat memuaskan kepentingan AS maka dapat dilakukan sejak awal invasi”.

Namun sebaliknya –ungkap laporan itu- penasehat keamanan nasional Bush “tampaknya berkesimpulan dengan dasar profil psikologis Saddam Hussein dan menghindari segala upaya memahami invasi, menolak segala bentuk negosiasi dengannya dan menyimpulkan bahwa semua upaya itu sia-sia hingga AS memojokkan Saddam hingga tidak dapat lolos.”


Dalam wawancaranya dengan saya, mantan ketua CIA menjelaskan, “Pemerintah AS tidak mau bernegosiasi.



*Consortiumnews

Menangkal Sindrom Perang Vietnam (1)

*Robert Parry 

20 tahun silam, setelah menang perang darat selama 100 jam melawan pasukan Irak di Kuwait, pemerintahan Bush senior sukses memperoleh konsensus publik Amerika. AS harus memulihkan kembali perannya sebagai polisi imperial dunia.
Konsensus yang sebenarnya telah terbentuk sejak PD II ini berantakan karena Perang Vietnam. AS berupaya membangunnya kembali dan menjadi tujuan kunci dari perang darat di Teluk Persia yang diperintahkan Bush senior, 23 Februari 1991.
Bush tahu bahwa pembunuhan ekstra pasukan Irak dan Amerika sebenarnya tidak perlu dilakukan karena Saddam Hussein sendiri telah memberi sinyal untuk menarik mundur pasukannya dari Kuwait.
Namun Bush dan para penasehat politiknya, termasuk Menhan Dick Cheney bersikeras bahwa perang darat akan menjadi klimak skrip drama yang telah disiapkan untuk memukai rakyat Amerika dan menjadikan perang sebagai bagian yang menyenangkan dari karakter nasional mereka.
Bush, Cheney dan para pejabat senior lainnya menilai bahwa pembantaian ribuan prajurit Irak, yang kebanyakannya tidak terlatih dan tewasnya 147 prajurit Amerika adalah harga murah yang harus dibayar.
28 Februari 1991, 100 jam setelah perang berakhir, Bush memberi penjelasan kepada publik Amerika tentang  “agenda rahasia”nya itu dengan mengatakan, “Demi Tuhan, kita telah menyingkirkan sindrom Vietnam untuk selamanya.
Apa yang tidak diketahui rakyat Amerika pada saat itu dan juga belum dipahami hingga sekarang adalah bahwa perang pertama AS dengan Irak tidak berkaitan dengan kepentingan membebaskan Kuwait namun lebih merupakan upaya konsolidasi dukungan publik Amerika dalam memasuki fase baru kekaisaran Amerika –yang berlangsung hingga kini.
Setelah mengalami pengalaman pahit dalam perang Vietnam yang menewaskan 57.000 prajurit Amerika dan membuat rakyat Amerika terbelah, kini rakyat Amerika berpikir kembali tentang pentingnya mempertahankan peram kekaisaran dunia AS.
Petualangan militer AS di luar negeri telah menjadi target propaganda jangka panjang para serdadu tua dan intelektual hawkish yang tergabung dalam kelompok yang disebut neocon.
Sebuah dokumen internasional pada masa pemerintahan Reagan jelas mengungkapkan bahwa Sindrom Vietnam telah menjadi hambatan utama melakukan operasi militer AS yang dianggap penting dalam melindungi kepentingan strategis Amerika di dunia.
Isu ini telah menjadi semacam keyakinan tim kebijakan luar negeri Ronald Reagan bahwa kekalahan Amerika dalam Perang Vietnam terjadi sebagai kolaborasi antara propaganda Komunis yang berhasil mengelabui rakyat Amerika, korps pers Amerika yang tidak loyal dan kalangan kiri yang berkhianat.
Menakut-Nakuti Rakyat Amerika
Untuk menangkal “musuh” yang dipersepsikan tadi, pemerintahan Reagan mengivestasikan banyak waktu dan tenaga menyusun apa yang disebut sebagai operasi psikologis massif untuk meyakinkan rakyat Amerika bahwa mereka tengah menghadapi musuh yang berbahaya baik di dalam negeri maupun di luar negeri.
Kampanye propaganda ini dimasukkan dalam bagian “diplomasi publik”, meskipun beberapa praktisi menyebutnya sebagai “manajemen persepsi”, yakni mempengaruhi persepsi rakyat Amerika melihat dunia sekelilingnya.
J Michael Kelly, pejabat senior Pentagon menyimpulkan tugas itu sebagai “misi operasi khusus yang paling penting yang kita lakukan sekarang…yakni mempersuasi rakyat Amerika bahwa komunis berupaya menghancurkan kita.”
Teknik utama pemerintahan Reagan dalam upayanya memprogram kembali persepsi rakyat Amerika adalah dengan mengintimidasi mereka tentang bahaya luar negeri. Mereka mengarang cerita tentang kebangkitan Uni Soviet yang berambisi menundukkan dunia. Padahal para analis CIA telah mendeteksi tanda-tanda keruntuhan Moskow.
Sayangnya para pejabat intelejen telah mempolitisasi dinas rahasia, menyingkirkan para professional dan menempatkan para oportunis yang sejalan dengan agenda ideology mereka yang membesar-besarkan ancaman Soviet.
Otak  dibalik operasi ini adalah Direktur CIA, William Cassey, penganut aliran garis keras perang Dingin dan seorang analis ambisius, Robert Gates yang kini menjabat Menhan.
Sementara itu, rakyat Amerika yang mendukung pendekatan damai dijinakkan dan dalam keadaan defensif karena Reagan mengadopsi taktik yang mempertanyakan patriotisme para politisi, jurnalis dan warga negara yang tidak setuju dengan kebijakannya atau mengkritisi kejahatan HAM yang dilakukan para sekutunya.
Isu utama Konvensi Republik di 1984 seperti diungkapkan Jeane Kirkpatrick adalah adanya orang Amerika yang menyalahkan Amerika.
Meski demikian, Reagan bertindak hati-hati. Dalam konflik di luar negeri, dia menjalankan kebijakan perangnya melalui pihak ketiga, seperti melalui militer sayap kanan Guatemala dan El Salvador atau melalui pemberontak Nicaragua. Ketika dia harus melakukan invasi ke negara lain, maka itupun atas Negara kecil, Granada di kepulauan Karibia di 1983.
Masih di Reagan di 1980-an, AS ingin pamer diri sebagai nomer satu.
Di akhir dasawarsa itu, rakyat dan institusi politik AS  memberikan penghargaan kepada Reagan karena memenangkan Perang Dingin, meskipun sejatinya mereka tidak berbuat banyak hal yang menyebabkan kejatuhan kekaisaran Soviet.
Para analis CIA telah melihat 3 tahun sebelumnya keruntuhan Soviet disebabkan kebusukan internal system komunis. Namun analisis itu dibungkam pemerintahan Reagan. Generasi baru para analis yang telah terpolitisasi seperti Gates dan sejawatnya dikondisikan untuk tidak melihat tanda-tanda kelemahan Moskow.
Ketika tembok Berlin runtuh di Novemver 1989 maka rejim Eropa Timur yang didukung Sovietpun berjatuhan. Maka para neocon dan sekutunya itu mengarang cerita bahwa kemenangan itu karena peran Amerika.

Menlu Norwegia Menemui Ikhwan


Menteri Luar Negeri Norwegia menemui Ikhwanul Muslimin dalam kunjungannya ke Mesir dan mengecam sikap standar ganda Barat atas gerakan Islam terbesar ini. Dalam upayanya memecah isolasi Barat dan mendukung demokrasi di Mesir, Menlu Norwegia, Jonas Gaber Stuere menemui para pimpinan Ikhwan pasca tergulingnya rejim Hosni Mubarak. Rejim Mubarak  sebelumnya secara sistemik melakukan demonisasi atas Ikhwan.

Menurut Stuere, pendekatan pemerintah Barat yang merefleksikan kebijakan standar ganda sepanjang berkaitan dengan Ikhwan sebagai hal yang salah. Dia menegaskan bahwa Ikhwan berhak berada diantara kelompok-kelompok yang harus diajak bicara Barat dan diperhitungkan.

Dalam wawancaranya dengan Reuters, Stoere menyatakan meskipun ada perbedaan fundamental cara pandang dalam beberapa isu namun hendaknya Barat memahami adanya perubahan yang tengah terjadi di Mesir. jika Barat berkeinginan mendukung perubahan demokratis yang tengah terjadi di Mesir secara efektif maka tidak ada pilihan kecuali melibatkan Ikhwan dalam proses politik di Mesir, Ikhwan adalah gerakan oposisi popular yang memiliki dukungan kuat di Mesir. Tidak kurang pandangan yang sama ditunjukkan mantan Presiden Amerika, Jimmy Carter yang menegaskan bahwa tidak ada yang perlu ditakuti dengan keterlibatan Ikhwan dalam pemerintahan Mesir pasca Mubarak.

Namun dalam kenyataannya, pandangan yang berbeda ditunjukkan PM Inggris, David Cameron. Dia tidak bersedia menemui Ikhwan. Alih-alih, dia dengan arogan menyerukan kepada para pemuda Mesir untuk mencari alternatif lain ketimbang mendukung kelompok oposisi Islam ekstrim. Pernyataannya tidak pelak ditafsirkan banyak kalangan sebagai upaya menyudutkan Ikhwan.

Pandangan ini hanya akan semakin membenarkan pandangan imperialistik Zionis Israel yang memandang setiap gerakan nasionalisme Arab –terutama Ikhwan- menjadi ancaman kepentingan Israel sehingga tidak pantas diakomodasi. Baru-baru ini, deputi Menlu Israel, Danny Ayalon menyatakan bahwa Israel akan berupaya menjegal keterlibatan Ikhwan dalam pemilu di Mesir.

Stoere dengan tegas mengkritik defisiensi dalam pendekatan Barat di kawasan Timur Tengah. Dia memperingatkan Barat bahwa pendekatan semacam ini hanya akan semakin membenarkan pandangan miring dunia Islam atas Barat selama ini. Barat tidak tulus dan memiliki motif yang jahat atas dunia Islam. “Pandangan ini tidak langsung telah menjadikan Ikhwan sebagai korban kebijakan Barat,” kritiknya.

Stoere menekankan pentingnya Barat mendobrak kebijakan standar gandanya dengan melakukan diskusi dan dialog terbuka dengan Ikhwan perihal posisi gerakan itu atas masa depan Mesir.

Menlu Stoere kembali menegaskan bahwa dia sangat menyakini bahwa keragaman yang ada dalam Ikhwan jauh lebih besar ketimbang interpretasi sepihak yang selama ini dipahami Barat tentang Ikhwan.  Pemberontakan rakyat Mesir atas rejim Mubarak sendiri menunjukkan bahwa Ikhwan adalah salah satu gerakan rakyat yang memiliki karakter nasionalisme yang kuat.

Dan Umatpun Menjadi Saksi Bagimu. Selamat Jalan, Pejuang ……..!



Rakyat Turki melepaskan jenazah Najmuddin Erbakan, pendiri gerakan Islam Turki modern menuju ketempat peristirahatannya yang terakhir. Tampak hadir PM Erdogan, Rasyid Ghanoussi, pemimpin gerakan Islam An Nahdalah, Tunisia dan kepala biro Luar Negeri, Khalid Meshaal memberikan penghormatan terakhir kepada mantan PM Turki pertama dari kelompok Islamis yang wafat pada hari Ahad lalu.


PM Erdogan, sang murid, berjejal diantara kerumunan massa menyambut peti jenazah sang guru

Alunan ayat suci menggema dari pengeras suara diluar Masjid Al Fatih yang dibangun di abad 15 ini. Bentangan kain disepanjang jalan bertuliskan,”Mujahid Erbakan” mengenang keteguhannya dalam membela Islam. Sementara para takziyat berteriak lantang, “Allahu Akbar” disepanjang jalanan Istanbul menuju pemakaman.


PM Tayyib Erdogan dan Presiden Abdullah Gul, mantan muridnya, beserta para pemimpin gerakan Islam lainnya bergabung diantara kerumunan hadirin yang hendak menjalankan shalat didepan peti jenazah yang dibalut kain hijau dengan  tulisan emas  ayat-ayat Al Qur’an.
Jalanan, atap-atap dan balkon gedung disepanjang jalan menuju masjid penuh sesak para pentakziah yang hendak memberikan penghormatan terakhir.  Beberapa hadirin tampak mengibarkan bendera Palestina.

Sang Guru itu dekat dihati umat.....Pedih melepas kepergiannya

Puluhan ribu hadirin mengelilingi sekeliling masjid bahkan beberapa media menyebut angka hingga ratusan ribu.

“Erbakan adalah seorang jenius,” kenang seorang Mahasiswa berusia 17 tahun bernama Talha Celik yang tampak mengikatkan pita hijau yang betuliskan ayat Al Qur’an disekelilinya. “Meskipun mereka berbeda pendapat, namun saya yakin Erdogan mengikuti jalannya.”

Erbakan, yang meninggal karena gagal jantung di RS Ankara tutup usia dalam usia 85 tahun. Dia dikenang sebagaipelopor gerakan Islam Turki dan menjadi jalan bagi kesuksesan AKP, partai yang berkuasa sekarang ini.

Partai Erdogan kini mendominasi peta perpolitikan Turki hampir satu dasawarsa., sebaliknya partai bentukan Erbakan semakin menyusut dukungan politiknya.

Perwakilan dari 60 Negara hadir dalam pemakaman beliau untuk memberikan penghormatan terakhir, termasuk Mesir, India, Pakistan dan Indonesia.

Erbakan mencapai puncak kejayaannya di 1996 ketika partai Refah mengantar Erbakan menjadi PM pertama di Turki dari Gerakan Islam setelah menang pemilu 1995.

Setelah setahun pemerintahannya yang penuh gejolak karena intervensi militer. Akhirnya beliau mundur dari jabatannya sebagai PM. Militer menuduh Erbakan hendak merusak system secular dan menjalin aliansi dengan dunia Islam. 


Mahkamah Tinggi membubarkan Partai Refah di januari 1998 dengan tuduhan melanggar konstitusi, merampas assetnya dan melarang Erbakan dan anggota partai politiknya terjun dalam pemilu selama 5 tahun.

“Rejim lama tidak menoleransinya dan melarang partainya. Namun dia telah membuka jalan bagi generasi berikutnya,” tutur Ali Sever, 76 tahun yang hadir dalam pemakaman.

"Jenderal dalam Pemakaman "

Sang Jenderal memberi penghormatan terakhir kepada lawan politiknya

Saat para pejabat militer, termasuk Jenderal Hayri Kivrikoglu, Komandan tertinggi AD hadir dalam shalat jenazah, para pendukung partai Erbakan berteriak lantang,”La Iaha Il-Llah, Allahu Akbar.

28 Februari adalah intervensi militer keempat dalam sejarah Turki modern, setelah sebelumnya melakukan kudeta di 1960, 1971 dan 1980. Militer kembali melakukan kudeta atas pemerintahan Erbakan yang dikenal dengan kudeta post modern. Kudeta yang tidak hanya memberangus hak dan kebebasan dasar namun juga demokrasi dan aturan hukum.

Puluhan atau bahkan ratusan ribu umat melepas kepergiannya

Kudeta itu menjadi upaya militer untuk membatasi peran agama dalam kehidupan politik. Jilbab dilarang dan anggota militer tidak diperkenankan terlibat dalam aktivitas keagamaan.

Dengan lebih empat juta pendukung, dukungan atas partai Refah tidak sendirinya sirna. Larangan Erbakan dalam politik telah memberi jalan kepada Erdogan dalam mendapatkan dukungan suara konstituen tradisional tersebut.


Erbakan telah meletakkan fondasi gerakan Islam di era 1970-an, membangun partai yang mampu menarik dukungan dari kalangan penduduk pedesaan yang religius dan masyarakat urban yang rasional dimana agama secara resmi dikeluarkan dari kehidupan politik.

PM Erdogan, sang murid mengantar sang guru di peristirahatannya terakhir.....


Masih tetap aktif di usianya yang lanjut, Erbakan dipilih kembali sebagai ketua partai Saadah. Partai ini di Oktober lalu didera perpecahan. 

Selamat jalan Mujahid, umat islam telah menjadi saksi kepergianmu.......!


Sumber: World Bulletin

From Yogya For Indonesia with Love: Pesan Politik “Rahmatan Lil Aalamiin” Mukernas PKS II


*Ahmad Dzakirin
Sebagai event politik, meliput acara Musyawarah Nasional (Munas) atau Musyawarah Nasional (Mukernas) PKS tidaklah cukup menarik. Karena peristiwa nasional itu berlangsung tanpa dinamika, gejolak ataupun memiliki magnitude berita. Tidak ada protes para kader atau pemboikatan salah satu utusan daerah disepanjang acara. Semuanya tampak given dan telah disiapkan jauh-jauh hari. Ada proses politik namun proses itu telah diselesaikan sebelumnya dan jauh dari hiruk politik politik. Ada acara-acara terbuka yang dapat diikuti masyarakat namun juga ada acara yang tertutup dan seoenuhnya behind closed door. Karena itu, seorang Indonesianis, Greg Fealy mengeluhkan bahwa PKS masih menjalankan politik upstage dan backstage.
Dampaknya memang, tidak banyak media yang tertarik menjadikan headline dalam berita mereka atau meliput ‘live’ dalam program nasionalnya. Acara nasional yang digelar PKS tidak lebih merupakan ajang 'konsolidasi ideologis' para kader partai dan menjadi festival politik yang disetting  professional dan entertaining.
Namun sebagai sebuah event politik, acara Munas atau Mukernas sangat menarik karena dua hal. Pertama, Acara nasional itu menjadi konsolidasi ideologis bagi semua jajaran elit PKS dari pusat hingga daerah. Acara yang disiapkan secara professional ini menjadi ‘daya ungkit’ bagi konsolidasi dan mobilitas ideologis para petinggi partai yang hadir sehingga dapat mengirimkan pesan ideologi yang kuat kepada jajaran PKS di daerah. Mulai dari musik pengiring disepanjang acara, gema takbir, lighting yang ditata apik, klip-klip film tentang PKS yang menggelorakan semangat dan tidak lupa pidato politik favorit ideolog PKS dan sekaligus sebagai ketua majelis Syuro yang menggugah dan inspiratif tentang Islam dan Indonesia. (Sayangnya pesan jenial beliau tentang Islam dan Indonesia ini tidak terbuka untuk umum). Semua paket itu tak pelak menggugah dan semakin memperkuat kesadaran ideologis kader yang hadir pada satu sisi dan pada sisi lain membuka cakrawala kesadaran publik tentang PKS yang berbeda.
Kedua, peristiwa itu menjadi ajang komunikasi peradaban yang ditawarkan PKS.  PKS sejak awal menegaskan diri sebagai partai politik yang mencitakan terbentuknya masyarakat sipil Islam (Religously based civil society). Mengutip Azumardi Azra, cita-cita politik PKS adalah obyektifikasi tertinggi partai ini tentang ide keislaman dalam konteks keindonesiaan yang dapat diterima pelbagai kalangan. PKS telah memformulasikan gagasan dan ide tersebut dalam dua dokumen politik, yakni filsafat perjuangan dan platform kebijakan pembangunan partai. Kedua dokumen politik ini menjadi landasan filosofis dan praksis program dan kebijakan PKS. Mantan Menkeu, Sri Mulyani setelah membaca dokumen tersebut berkomentar bahwa PKS adalah partai politik Islam modern yang friendly market.
Apa relevansinya formulasi dokumen politik itu dalam ajang Mukernas di Yogya. Ada setidaknya dua isu utama pemilihan tempat Yogya sebagai ajang Munas dan upaya transformasi serius nilai-nilai Islam dalam konteks keindonesiaan. Yogya sebagai simbol preservasi kultural dijadikan ajang dan festival politik PKS atas upayanya yang tidak kenal henti untuk membumikan nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil alamin dalam ceruk keindonesiaan. Dalam pandangan Fealy, PKS telah melakukan serangkaian seleksi, apropriasi dan indegenisasi (pribumisasi) sehingga ajaran Islam dapat diterima masyarakat dan tersublimasi dalam praktek ketaatan masyarakat lokal. PKS secara jenial memahami Islam lebih dari sekedar adaptasi kultural Timur Tengah –sebagaimana dipahami sekelompok  umat Islam. Namun diatas itu, PKS melakukan tranformasi Islam sebagai cara pandang dunia (worldview) yang modern, komprehensif dan humanis.
Upaya-upaya tersebut sejatinya secara sosiologis telah dilakukan sejak masa era 80-an. Kelompok aktivis Islam yang terinspirasi gerakan Ikhwanul Muslimin melakukan proses transformasi dan adaptasi sosial dan kultural nilai-nilai Islam dalam kehidupan masyarakat. Di sector pendidikan-misalnya- Pelbagai lembaga pendidikan yang didirikan para kader PKS di era 90-an kini menjadi lembaga dan institusi pendidikan yang diminati masyarakat. Ribuan lembaga pendidikan yang ber-benchmark SD-SMP dan SMA-IT (Islam Terpadu) bertebaran di tanah air.  Institusi ini secara faktual telah menjadi alternatif bagi keluarga Indonesia yang memimpikan integrasi antara kecerdasan dan kesalihan. Hal yang sebelumnya hanya dimiliki lembaga-lembaga Nasrani yang diuntungkan oleh akuisisi institusi pendidikan pasca kolonialisme.
Di sektor budaya, PKS membangun generasi baru budayawan dan seniman yang kreatif namun mencintai Islam. Jaringan penulis yang tergabung dalam Forum Lingkar Pena menjadi trend setter bagi pecinta novel di Indonesia. Karya-karya mereka menjadi best seller dan sangat diminati di tanah air.  Publik Indonesia ditawari produk budaya yang menghibur namun mendidik. Gairah keislaman itu kemudian merambah dunia perfilman. Karya pertama Habiburahman dalam Ayat-Ayat Cinta menjadi box office dan dikabarkan menjadi film pertama yang mampu menggeser dominasi film-film Hollywood disepanjang sejarah perfileman Indonesia. Sejak itu, film-film serupa seperti Ketika Cinta Bertasbih dan sekuelnya bertumbuhan dan tetap menjadi box office ditanah air. Kehadiran mereka memecah imej film Indonesia yang didominasi mistik dan pornografi. PKS dikabarkan secara insitusional juga mendorong para kadernya menghadiri gedung-gedung bioskop untuk menonton film-film tersebut.
Geliat yang sama juga terjadi di dunia musik. Pelbagai kelompok musik yang lahir dari rahim gerakan dakwah ini bermunculan menawarkan pelbagai aliran musik dari yang bersifat etnik (Jawa) hingga kontemporer atau blend (campuran) dari keduanya. Pelbagai grup ini banyak eksis dalam blantika musik di Indonesia kendati diakui belum menjadi arus utama.  Setidaknya kiprah mereka mempengaruhi bangkitnya segmentasi tertentu musik-musik religi di kalangan musisi Indonesia disaat Ramadhan dan perayaan hari-hari besar Islam.
Mukernas II tampaknya disetting sebagai deklarasi dan penguatan jati diri partai sebagai kekuatan politik dan kultural asli Indonesia, yang hadir dan tumbuh di tengah masyarakat. Mereka bukannya sebagai kekuatan politik cangkokan dalam kehidupan masyarakat Indonesia.  PKS hendakmerepresentasikan diri mereka sebagai tonggak kebangkitan kalangan muda Islamis yang pada satu sisi akrab dengan modernitas, mencintai budayanya sendiri. Dua hal yang menjadi pesan utama PKS dalam platform politiknya, yakni mengedepankan kekinian (kemampuan beradaptasi dengan modernitas dan kedisinian (penghormatan kepada local wisdom).
Dalam hemat saya, pelbagai acara yang disajikan sepenuhnya merefleksikan semangat tersebut. Mulai dari pentas pentas tari topeng anak-anak lereng Merapi yang memadukan unsur gamelan Jawa, shalawatan dengan gerak tari suku Indian. Pagelaran sendratari Ramayana  dalam lakon Hanoman Obong yang para penari perempuannya memakai jilbab, pagelaran sendratari yang dimaikan langsung oleh adik Sultan Hamengkubuwono X yang mengisahkan patriotisme Trunojoyo melawan Kompeni hingga operet anak-anak kader PKS yang yang kreatif, mendidik namun sarat kritik sosial. Di bagian penutupan, Ki Slamet Gundolo memainkan pagelaran wayang rumput yang simple, berupa tokoh pewayangan yang dibuat dari pilinan rumput kering dan kolaborasi tarian kontemporer dengan musik tradisional gamelan yang dikemas secara rancak dan menarik untuk membawakan pesan-pesan politik PKS.
Dan Yogyakarta menjadi tempat yang pas untuk membawa pesan Islam rahmatan lil Alamin tersebut. Jika PKS sebelumnya dikenal sebagai kelompok Islam modernism aka kini, PKS tidak canggung beradaptasi dengan kehidupan dan nilai-nilai tradisional.
Mukernas menjadi puncak transformasi nilai-nilai Islam yang moderat, penuh kasih sayang, mencintai keindahan dan membawa semangat perdamaian. Dalam sebuah kesempatan, Greg Fealy memuji pidato politik Ustadz Hilmi Aminuddin yang visioner tentang Islam dan Indonesia. Dalam pandangannya, pidato ini sekelas dengan pandangan politik para tokoh Indonesia terdahulu dan sangat penting bagi arah Indonesia di masa depan. Dalam  executive summary-nya kepada pemerintah Australia, dia berkesimpulan bahwa eksistensi PKS tidak berbahaya bagi Australia serta menyarankan pemerintah Australia berinteraksi dengan kekuatan Islamis terbesar di Indonesia ini.

“Sang Pejuang Sejati itu Telah Berpulang” Innalillahi Wa Inna Ilaihi Raajiuun…..


*Ahmad Dzakirin
Mantan perdana Menteri Turki dan pejuang sejati Islam, Necmetin Erbakan, Ahad  (27/2) berpulang ke Rahmatullah. Beliau meninggal dalam usia 85 tahun karena gagal jantung setelah dirawat di rumah sakit Ankara sejak Januari lalu. Kepergian beliau jatuh sehari sebelum peringatan kudeta militer atas dirinya di 1997.

Militer dalam radiogramnya menyatakan duka cita atas wafatnya Erbakan dan menyampaikan penghargaan atas pengabdiannya kepada Turki. Sementara PM Erdogan, bekas muridnya yang kemudian berpisah jalan setelah kudeta militer segera memperpendek lawatannya ke Jerman agar dapat menghadiri pemakaman mantan gurunya tersebut. Dalam pesannya, dia mengutarakan bahwa sosok Erbakan adalah guru dan pemimpin teladan bagi generasi muda karena perjuangan dan prinsip-prinsip yang dipegangnya. Pemimpin Ikhwanul Muslimin, DR. Mohammed Badie juga menyampaikan duka citanya yang mendalam atas kepergiaan beliau. 

Najmuddin Erbakan adalah sosok pejuang yang mendedikasikan sepenuh hidupnya  untuk Islam dan umat. Pemikiran dan cara pandangnya tersebut tertuang dalam Milli Gorus (pandangan nasional) yang menjadi visi dan misi gerakan Islam Turki sejak 1969. Kerja keras dan ketangguhannya telah memberikan kontribusi besar bagi kebangkitan Islam dan arah politik Turki sekarang ini. Partai Refah yang dibentuknya memenangkan pemilu di Turki. Erbakan menjabat posisi PM setelah berkoalisi dengan Partai Jalan Kebenaran Tancu Ciller. Kekuasaannya akhirnya ditumbangkan oleh militer dan partai politiknya dilarang. Namun sejak itu, kekuatan politik Islam telah menjadi realitas politik yang tidak dapat ditundukkan di negeri yang sebelumnya dikendalikan oleh militer yang super sekuler. Turki masa kini semakin dekat dan reseptif terhadap Islam. Turki pasca Erbakan kini mampu memulihkan harga diri dan kebanggaan dunia Islam.

Pejuang Tangguh

Necmetin Erbakan dilahirkan di Sinop, Laut Hitam, Turki Utara. Setelah menamatkan pendidikan SMA di Istanbul Lisesi, beliau melanjutkan pendidikan tingginya berturut-turut di Istanbul Technical University (ITU) dan RWTH Aachen University hingga memperoleh gelar PhD. Erbakan sempat bekerja di industry strategis militer Jerman dan menjabat kepala teknisi disana. Dia adalah ilmuwan jenius yang menjadi arsitek tank tempur canggih pada saat itu, Leopard AI. Namun gelegak pengabdiannya kepada Islam dan tanah air mendorongnya kembali ke Turki dan menjadi dosen di bekas almamaternya, ITU. Tidak lama kemudian, dia terjun di dunia politik, menjabat deputi walikota di Konya  dan akhirnya membentuk partai Islam pertama di 1970-an, Partai Ketertiban Nasional. Namun setahun kemudian, partai tersebut dilarang militer karena dianggap bertentangan dengan konstitusi.

Erbakan tidak berputus asa, dia kembali membentuk Partai Keselamatan Nasional. Partai. Dalam pemilu 1973, partai secara mengejutkan memperoleh suara 11,8 persen dan menyabet 48 kursi namun dalam pemilu 1977, perolehan suaranya turun 8,56 persen dan menyisakan 24 kursi di parlemen dan akhirnya berkoalisi dengan Partai  Rakyat Republik, Bulent Ecevit. Namun partai ini kembali dibekukan melalui kudeta militer di 1980-an. Partai Keselamatan Nasional dibubarkan dan Erbakan dilarang berpolitik.

Erbakan tidak berputus asa. Seiring berakhirnya larangan berpolitik di 1987, dia membentuk Partai Refah. Dalam pemilu 1995, partai secara mengejutkan memenangkan pemilu, memperoleh lebih dari 21 persen suara, tertinggi diantara partai-partai politik yang ada sehingga berhak membentuk kabinet.  Erbakan menjadi PM pertama dari partai Islam di Turki. Selama masa kekuasaaanya yang singkat, Erbakan membuat banyak gebrakan. Dia  mengkritik keras sekularisme, Uni Eropa dan Zionis Israel yang menjadi sekutu dekat militer. Dia berinisiatif membentuk D8 (Developing Eight) yang beranggotakan delapan negara-negara Islam utama. Asosiasi ini  dicita-citakannya sebagai aliansi alternatif dunia Islam melawan hegemoni dan ketidakadilan Barat.

Di dalam negeri,  dia melakukan serangkaian reformasi ekonomi serius dalam upayanya mendongkrak kesejahteraan rakyat melalui pelbagai pendekatan. Di kota Konya, jejak Erbakan diingat masyarakat karena telah mengangkat harkat ekonomi masyarakat setempat. Daerah miskin yang diabaikan pemerintah sebelumnya menjadi kota indah yang bergeliat. Di Istanbul, tangan dingin melalui tangan dingin, walikota Erdogan, yang menjadi orang kepercayaan Erbakan saat itu mampu mengurai benang kusut kota terbesar Turki yang terjebak dalam keruwetan kemacetan, kekumuhan, minim air bersih dan pelbagai salah kelola lainnya. Namun kini, Istanbul menjadi salah satu tujuan wisata terkemuka dunia dengan keindahan dan warisan sejarahnya. Masa kekuasaan Erbakan memang pendek namun partai Refah telah meninggalkan kesan mendalam bagi rakyat Turki akan kebersihan, kejujuran dan kerja keras. Kurang setahun, pemerintahan Erbakan dikudeta, Partai Refah dibubarkan dan Erbakan kembali dilarang berpolitik. 

Sejak itu, Erbakan berpisah jalan dengan Erdogan dalam menyikapi kudeta militer. Sang murid bersama kolega mudanya memutuskan mendirikan partai politik baru bernama Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP). Sejak itu, sang mentor berturut-turut mendirikan Partai Kebajikan dan kemudian berganti menjadi Partai Kebahagiaan. Namun Kendati dia dilarang berpolitik seumur hidup namun warisan dan pandangannya telah tersublimasi kedalam pikiran dan kerja para pengikutnya dan di hati rakayat Turki. Tidak heran, Erdogan dalam pesannya menyatakan, “Dia akan selalu dikenang atas apa yang diajarkan kepada kami dan karena kepribadiannya yang tangguh.”

Namun diluar itu semua, adalah menjadi realitas tak terbantahkan bahwa eksistensi gerakan Islam ada dan selalu tumbuh dalam hati rakyat Turki. Pelbagai kudeta boleh terjadi dan pelbagai partai politik silih berganti namun dukungan dan afiliasi politik rakyat tetap diberikan kepada gerakan Islam. Eksistensi gerakan Islam secara sosiologis telah tertranformasi dalam logika mistikal rakyat Turki tentang kehadiran Imam al Mahdi (ratu adil dalam konsep Jawa) yang tergantikan di sepanjang sejarah Turki Modern. Dan peran transformasi itu tak dapat dipisahkan dari tangan dingin Erbakan yang dengan penuh kesabaran menebar tunas Islam, menyirami dan menyiangi tunasnya serta menjaganya hari demi hari dari gangguan gulma hingga tanaman itu menjadi tegak kokoh dan saatnya memberikan buah kebajikan kepada sekelilingnya. Erbakan telah mentransformasikan gagasan dan ide Islam menjadi kekuatan kultural yang hadir dalam sanubari rakyat Turki yang beriman. Dia membalas kudeta demi kudeta dengan kesabaran dan kerja keras hingga akhirnya gerakan Islam menjadi kekuatan tangguh Turki yang tak tergantikan dan Insya Allah tidak terkalahkan.

Dan untuk itu, Demi Allah, aku menyaksikan Erbakan telah melakukannya. Selamat jalan pejuang dan Bapak Spiritual Turki. Selamat berbahagia menemui Dzat yang kau cintai dan kau curahkan seluruh waktu dan jalan hidupmu untuk-Nya. Semoga Allah SWT menyambutmu dengan keridloan-Nya dan menempatkan dirimu bersama para Syuhada, Shaddiqin dan Shalihin disisi-Mu. Amiiin.


"Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit, pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat. Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikitpun".(QS Ibrahim 24-26)

Inspiring Quote of The Day: Toleransi (al Samahah) secara terminologi adalah kemurahan hati, memberi tanpa balas. Dengan kata lain toleransi berarti keramahan dan kelemahlembutan dalam segala hal dan interaksi tanpa mengharap imbalan ataupun balas jasa. Toleransi merupakan karakter dasar Islam dan telah menjadi sifat praktis-realis umat di sepanjang sejarahnya yang agung" (Muhammad Imarah)

Visitors By Countries

free counters

Kalender

Jam

Link Facebook

Advertorial

Advertorial

Total Visitors

Rincian Pengunjung

TITLE--HERE-HERE

Recent Post

Archive

Song of The Day


Mahir Zain - Sepanjang Hidup Mp3
Mp3-Codes.com

Arsip Blog

Penikmat Blog Ini

Komentar Anda:


ShoutMix chat widget